Indonesia Community Learning Center

Tuesday, January 28, 2014

Marijuana (Cannabis)

Posted by @Cahangon75 on 5:14 PM

Marijuana (Cannabis)
Marijuana (Cannabis, pot, grass, weed, dope, reefer, joint, spliff, ya(r)ndi,rope, mull, cone, skunk, bhang, ganja, hash, chronic). 

Tanaman kanabis menghasilkan tiga macam produk. Marijuana adalah daun dan pucuk bunga tanaman betina dan mengandung bahan psikoaktif delta-9 tetrahidrocanabinol (THC). Tanaman kanabis juga memproduksi hash yang beredar dalam bentuk blok berwarna (mulai dari kuning sampai hitam) dan minyak hash. Salah satu cara yang paling lazim dalam mengkonsumsi obat ini adalah dengan merokok daun dan kuncup bunga keringnya dengan menggunakan ruas atau bong.

Cara kerjanya:
THC diserap merlalui paru-paru (atau perut) ke dalam aliran darah dan dibawa ke otak, tempat zat itu membanjiri reseptor dengan bahan kimia yang membangkitkan rasa senang di otak. Pada umumnya, mengisap kanabis memberikan efek santai pada si pengguna. Kanabis juga meningkatkan nafsu makan, dalam bahasa seharihari dikenal dengan sebutan menjadi “kelaparan”. Jangka pendek:
Kesulitan dalam konsentrasi, gangguan koordinasi, mata merah dan kering di mulut.

Jangka panjang:
Penyakit pernapasan, kanker yang berkaitan dengan merokok dan jumlah sperma yang rendah dan bahkan nafsu seks yang berkurang. Ketergantungan psikologis pada obat tersebut menyebabkan kenaikan tingkat iritasi, hilangnya ingatan, ketidak-seimbangan emosional, kurangnya motivasi, paranoia dan serangan kecemasan, dan juga ada tautannya dengan sakit jiwa dan schizophrenia pada pengisap berat. Ada juga implikasi sosial – seperti masalah dalam berhubungan dengan keluarga dan teman-teman. Pengangguran juga bertaut langsung dengan penyalah-gunaan marijuana.

Intinya:

Sebagaimana segala macam bentuk pengisapan zat yang intinya adalah karbon yang dibakar, merokok marijuana pada dasarnya buruk bagi Anda. Dan karena banyak ganja yang dijual dewasa ini ditanam secara hidrofonik, secara anekdot dapat dikatakan ada bukti konsentrasi tinggi bahan kimia beracun yang masih terdapat pada tanaman ketika diisap. 
"Riset menunjukkan orang yang mengkonsumsi sejumlah besar kanabis mendapatkan kesulitan di tempat tidur, banyak yang tidak bisa mencapai kepuasan*"
*) Anthony Smith – La Trobe University Study.

Dampak fisik:
Pengguna kanabis jangka panjang bisa menderita asma, bronkitis, kanker mulut, tenggorokan dan paru-paru, sulit berkonsentrasi, ingatan rusak, susah belajar dan berpotensi mengalami gangguan mental.

Efek Sosial:
Pengisap marijuana jangka panjang juga sangat mungkin tidak bisa menyelesaikan sekolah, TAFE atau perguruan tinggi, dan pengangguran telah dikaitkan langsung dengan penyalah-gunaan marijuana. Pengguna jangka panjang juga bisa mengalami masalah dalam berhubungan dengan keluarga dan teman-teman.

Ganja dan Mengemudi:
Riset belakangan ini yang diterbitkan oleh National Cannabis Prevention and Information Centre (Pusat Informasi dan Pencegahan
Kanabis National) menunjukkan bahwa mengemudi pada saat sedang mabuk ganja bisa meningkatkan kemungkinan mengalami
kecelakan sebesar 300 persen.

Marijuana dan hukum:
Melamun tentang liburan tropis di Phuket? Hati-hati: kecanduan akan marijuana atau segala macam narkoba terlarang lainnya bisa membuat rencana liburan Anda kandas tanpa batas.” Jika Anda kecanduan kanabis, Anda akan terhalang untuk bepergian ke banyak Negara,” kata Dennis Young, Direktur Eksekutif DRUG ARM di Brisbane. “Hal itu juga bisa berdampak pada pilihan studi dan pekerjaan Anda di masa depan. Banyak orang tidak tahu atau berpikir tentang konsekuensi hukum ini.”

Sumber :http://www.drugs.health.gov.au

0 comments:

Post a Comment

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site