Indonesia Community Learning Center

  • MENUJU INDONESIA BEBAS NARKOBA 2015

    Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat, lembaga masyarakat, organisasi masyarakat untuk bersatu padu saling bahu-membahu memberantas dan mencegah peredaran gelap narkoba di Indonesia. Dengan satu tujuan, tahun 2015 Indonesia bebas narkoba. [...]

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

  • Alamat Sekretariat DPD GANNAS TANGSEL :

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

  • MANOHARA Jadi Duta Anti Narkoba

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

Showing posts with label gerakan anti narkoba nasional. Show all posts
Showing posts with label gerakan anti narkoba nasional. Show all posts

Monday, May 12, 2014

Gannas akan menjemput Dewi Persik (Depe) di penjara Rutan Pondok Bambu

Posted by @Cahangon75 on 7:05 PM


GANNAS- Dewi Persik (Depe) telah divonis 3 bulan penjara oleh MA dalam kasus perkelahian dengan Jupe dalam pembuatan film "Arwah Goyang Karawang".

Dewi persik adalah Duta Anti Narkoba Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) akan bebas dari penjara hari ini Selasa 13 Mei 2014. "Kemungkinan jam 12 siang sudah keluar" kata ketua Gannas Tangsel Bambang Soetyono.

" Siang ini Ketua DPP Gannas,  Nyoman Adi Feri SH, dan Sekjen DPP Gannas Rully Wahyudi dan DPD Gannas Kota Tangerang Selatan akan melakukan penjemputan Depe di penjara Rutan Pondok Bambu  sebagai rasa solidaritas dan rasa sayang kami kepada Depe sebagai sesama anggota Gannas" demikian disampaikan Bambang Soetyono Ketua DPD Gannas Kota Tangsel.

Bambang menambahkan, "Diharapkan Depe dapat aktif kembali dalam kegiatan sosial, bernyanyi dan dalam kegiatan nya sosialisasi dan kampanye anti narkoba kepada masyarakat"

Tuesday, January 28, 2014

Gannas Minta Pemerintah Libatkan Ormas, Waspadai! Pelajar Sekolah Jadi Incaran Jaringan Narkoba Internasional

Posted by @Cahangon75 on 5:45 AM

LENSAINDONESIA.COM: Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) prihatin mengamati maraknya sekolah-sekolah mewah di kota-kota besar menjadi target operasi pasar jaringan bandar Narkoba yang bersumber dari sindikat internasional.

“Semua itu, penyebabnya karena kurangnya sosialisasi atau pengetahuan pelajar terhadap segala resiko bahaya penyalagunaan Narkoba,” tegas Sekjen Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) Rully Wahyudi kepada LICOM, Jumat (5/10/12).

Menurut Rully, sekolah-sekolah mewah menjadi target market bandar Narkoba, karena para pelajarnya punya uang untuk membeli Narkoba,” kata Rully.

Selain itu, Gannas mencermati, lanjut Rully, lemahnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan sehari-sehari, membuat Narkoba lebih mudah aksesnya untuk masuk ke lingkungan pelajar di sekolah-sekolah mewah,” ungkapnya.

“Hal ini bisa tercegah kalau mereka dapat perhatian lebih dari pihak orang tua dan juga sekolah,” papar Rully.

Untuk mengatasi hal ini, Gannas akan mengoptimalkan program penyuluhan ke sekolah-sekolah. Dan, program itu sudah berjalan.

Tapi, sayangnya,kata Rully, “Tidak semua sekolah mau diajak kerjasama untuk melakukan penyuluhan. Dan, yang paling harus diperhatikan adalah lingkungan tempat tinggal,” keluhnya, prhatin.

Gannas mengharapkan orang tua dan sekolah peduli dan senantiasa memberikan perhatian ekstra untuk menyampaikan pemahaman tentang bahaya Narkoba kepada siswa.

“Sehinga bisa dilakukan pencegahan dini. Orang tua juga harus paham ciri-ciri atau perubahan anak mereka kalau terkena narkoba,”jelasnya.

Gannas juga mengimbau pemerintah setempat untuk memberdayakan RT dan RW di lingkungan masyarakat untuk jadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan peredaran bahaya narkoba.

“Ya, seharusnya pemerintah memberikan pelatihan dan insentif dana untuk RT dan RW,”tuturnya.

Rully menilai dalam upaya pencegahan bahaya Narkoba, masyarakat tidak bisa mengandalkan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan kepolisian. “Karena kemampuan dua instansi itu terbatas
,”ucapnya.
Lebih lanjut , ia mendesak agar pemerintah seperti BNN dan Polisi harus juga bekerjasama dengan ormas-ormas pencegahan Narkoba,” tegasnya.@agus

Monday, January 27, 2014

SBY Dianugerahi Award Anti Narkoba Gannas

Posted by @Cahangon75 on 11:49 PM

Jakarta - Dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional, Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) menganugerahi award kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dianggap Bapak Anti Narkoba Indonesia. Award itu diberikan, karena SBY berdedikasi dalam pemberantasan narkoba di Tanah Air.

"Selama kepemimpinan SBY, pengguna maupun peredaran narkoba di Indonesia bisa ditekan. Meskipun belum semuanya bisa ditumpas. Yang penting bisa bikin jera para pengguna yang kebanyakan generasi muda bangsa," kata Ketua Umum Gannas I Nyoman Adi Feri.

Hal itu disampaikan Nyoman dalam jumpa persnya Restoran Keraton Larasati, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2009).

Nyoman menambahkan, SBY juga sudah memberikan dedikasi dan kesungguhan dalam pemberantasan narkoba di Tanah Air. Selain itu SBY juga merupakan tokoh Indonesia.

"Harapan saya, saat ini SBY harus lebih tegas lagi dalam memerangi musuh negara nomor satu (narkoba). Saya kira SBY harus memberikan evaluasi kerja terhadap lembaga-lembaga yang eksis di bidang narkotika. Karena bagaimana pun kekuasaan tertinggi ada di tangan Presiden," jelasnya lagi.

Namun, lanjut Nyoman, yang memperihatinkan adalah para pengguna narkoba sudah merebak ke semua kalangan. Termasuk dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Berdasarkan data yang ada di Badan Narkotika Nasional (BNN) total biaya ekonomi yang terjadi, karena penyalahgunaan narkoba mencapai Rp 18,4 triliun per tahun.

Kasus penyalahgunaan narkoba pada anak-anak sekolah dasar, yakni 3.853 kasus, sementara pada tingkat perguruan tinggi hanya tercatat 764 kasus. Jumlah barang bukti yang disita juga begitu mengejutkan. Dari 23 kasus ditemukan 11,97 kg heroin, 35,46 kg kokain, 51.034 butir pil ekstasi, 28,25 kg sabu dan 1,8 ton ganja kering.

"Melihat data tersebut, kita harus prihatin dan waspada, apalagi menyangkut anak keturunan kita nantinya. Jadi marilah kita perangi narkoba hingga ke akar-akarnya, tentunya atas dukungan Bapak SBY," ujarnya. (tim adangdaradjatun.com/detik.com/zal/nwk)

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site