Indonesia Community Learning Center

  • MENUJU INDONESIA BEBAS NARKOBA 2015

    Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat, lembaga masyarakat, organisasi masyarakat untuk bersatu padu saling bahu-membahu memberantas dan mencegah peredaran gelap narkoba di Indonesia. Dengan satu tujuan, tahun 2015 Indonesia bebas narkoba. [...]

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

  • Alamat Sekretariat DPD GANNAS TANGSEL :

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

  • MANOHARA Jadi Duta Anti Narkoba

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

Showing posts with label modus. Show all posts
Showing posts with label modus. Show all posts

Friday, July 22, 2016

Narkoba Diselundupkan Lewat Tiang Pancang, Tantowi Yahya Curigai Cina

Posted by @Cahangon75 on 10:28 AM


Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyelundupan narkoba dalam jumlah besar dari Cina ke Indonesia, baru-baru ini. Modusnya, narkoba diselundupkan di dalam tiang pancang yang diimpor Indonesia dari negeri tirau bambu itu.



Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyelundupan narkoba dalam jumlah besar dari Cina ke Indonesia, baru-baru ini. Modusnya, narkoba diselundupkan di dalam tiang pancang yang diimpor Indonesia dari negeri tirau bambu itu.


Anggota DPR RI Tantowi Yahya mencurigai upaya itu dan sejumlah fenomena lainnya merupakan upaya Cina menjadikan Indonesia sebagai negara koloni.

"Kemarin dan hari ini kita dihebohkan oleh berita di dalam tiang-tiang pancang yang kita impor dari China untuk keperluan proyek-proyek mereka disini, disusupi narkoba dalam jumlah besar. Tidak pernah dibayangkan oleh BNN, bahwa bahan keperluan bangunan untuk proyek-proyek yang kita butuhkan dijadikan carrier barang-barang terlarang. The other side of aid," 

kata Tantowi seperti dikutip Rmol, Senin (18/7/2016).

Hal lain yang disorot Tantowi adalah datangnya tenaga kerja Cina dalam jumlah besar. Yang mengherankan, mereka yang datang mayoritas adalah unskilled worker yang gajinya sangat kecil. Bagaimana mungkin mereka mau jauh-jauh meninggalkan negara mereka dengan gaji sekecil itu?

Selain itu, tidak ada jaminan bahwa nanti setelah proyek-proyek Cina selesai, mereka mau kembali ke negaranya. Ada misi apa mereka di sini?

"Lantas mengapa mereka mau meninggalkan negaranya jauh-jauh untuk upah yang kecil? Bahwa tujuan mereka kesini bukan semata untuk bekerja, bisa-bisa saja kan?" kata Tantowi. [Siyasa/Tarbiyah.net]


sumber: http://www.tarbiyah.net/2016/07/narkoba-diselundupkan-lewat-tiang.html

Friday, June 17, 2016

Modus Baru Pengiriman Narkoba: Disimpan di Tiang Pancang

Posted by @Cahangon75 on 10:20 AM


TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional berhasil mengungkap jaringan pengiriman sabu di kawasan Rawa Bebek, Jakarta Utara, Selasa, 14 Juni 2016. Jaringan ini memiliki cara unik dalam menyembunyikan barang haram tersebut.

"Ini modus baru, dimasukkan ke tiang pancang setebal 4 sentimeter," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso di kantor BNN, Jakarta, Rabu, 15 Juni 2016.

Pipa yang digunakan tersangka berdiameter 16 sentimeter dengan tebal 6 sentimeter dan rongga 4 sentimeter. Dalam setiap pipa besi, disimpan sabu seberat 5 kilogram yang dibungkus dengan aluminum foil. Harus digunakan alat khusus untuk mengambil sabu yang ada di dalam pipa.

"Makanya sulit, tidak bisa pakai las, nanti sabunya ikut terbakar," ujar Budi.

Dari kasus ini, BNN menangkap enam tersangka, yang terdiri atas kurir, penerima, pemilik, dan pemesan. Salah satu tersangka merupakan bekas narapidana LP Cipinang yang bebas bersyarat.

Dari hasil penelusuran BNN, narkoba dikirim dari Cina melalui jalur laut, kemudian dikirim ke pabrik mi yang digunakan sebagai kamuflase. Tersangka mengaku sudah tiga kali melakukan pengiriman dengan modus seperti ini.

Budi juga mengungkapkan adanya hubungan kelompok ini dengan jaringan Freddy Budiman. Ia mengakui kehebatan jaringan narkoba ini. "Bahkan, walaupun akan dieksekusi, ia tetap bisa mengendalikan jaringannya," ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

PRADITYO ADI | EKO ARI WIBOWO

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site