Indonesia Community Learning Center

  • MENUJU INDONESIA BEBAS NARKOBA 2015

    Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat, lembaga masyarakat, organisasi masyarakat untuk bersatu padu saling bahu-membahu memberantas dan mencegah peredaran gelap narkoba di Indonesia. Dengan satu tujuan, tahun 2015 Indonesia bebas narkoba. [...]

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

  • Alamat Sekretariat DPD GANNAS TANGSEL :

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

  • MANOHARA Jadi Duta Anti Narkoba

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

Showing posts with label gannas. Show all posts
Showing posts with label gannas. Show all posts

Saturday, September 17, 2016

Gannas dapat bergabung dan bersinergi dengan kepolisian Berantas Narkoba

Posted by @Cahangon75 on 10:12 AM


TANGERANG KOTA,citranewsindonesia.com,--- Genderang perang terhadap pemberantasan Narkoba  dan obat-obatan terlarang dimulai. Kamis, (26/5/2016) bertempat di Tangcity Mall, puluhan orang dari berbagai profesi dikukuhkan sebagai pengurus Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas)   DPD Kota Tangerang dan Bandara Soekarno Hatta.

Acara itu dihadiri Ketua DPP Gannas, I Nyoman Adi Peri, SH, Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin, Kepala Kantor Kesbangpol Kota Tangerang, Temy Mulyadi, Wakasatnarkoba Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Mardi dan sejumlah  masyarakat dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin menyambut positif terbentuknya organisasi Gannas di Kota Tangerang.  Menurutnya bahaya penyalahgunaan narkoba bisa  merusak generasi bangsa. Maka untuk mencegah  dan membentengi itu diperlukan niat baik dan kerjasama semua kalangan, bukan hanya aparat Kepolisian, BNN, Pemerintah tapi juga masyarakat.
"Saya ucapkan selamat kepada pengurus Gannas Kota Tangerang dan Bandara. Organisasi yang punya niatan  baik  dalam membentengi generasi bangsa dari bahaya narkoba. Karena masadepan bangsa ada dipundak generasi muda," katanya.

Sachrudin berpesan agar seluruh pengurus dapat membangun organisasi Gannas menjadi besar bukan sebaliknya merasa besar dengan organisasi. Untuk itu menurut dia dibutuhkan kerjasama yang baik seluruh pengurus, sehingga kedepan Gannas dapat memberikan manfaat dan pengakuan dari masyarakat .

Begitupula halnya dengan program pelayanan dan pembangunan  yang dicanangkan pemerintah  Kota Tangerang, yaitu diantaranya, program pendidikan, kesehatan , infrastruktur dan program sosial  lain

Sahcrudin berharap kehadiran Gannas dtengah masyarakat dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengantisipasi dan mencegah penyalahgunaan narkoba di Kota Tangerang.

"Melakukan tindakan dengan memberikan informasi kepada kepolisian.Karena sekecil apapun informasi bisa menjadi langkah antisipasi pencegahkan penyalahgunaan narkoba. Semoga sinergisitas dapat terbangun sesuai visi dan misi Kota Tangerang.  Nilai Aklakul Karimah tetap tertanam disanubari kita." pesannya.

Sementara  Wakasatnarkoba Polrestro Tangerang Kota, Kompol Mardi mengharapkan kehadiran Gannas dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemberantasan narkoba di Kota tangerang dan daerah lain yang menjadi target pihak kepolisian.

"Terbentuknya Gannas dapat bergabung dan bersinergi dengan kepolisian. Menjadi mitra kerja kami  dilapangan"

Dikatakan Mardi, terhitung bulan April hingga Mei 2016 sedikitnya ada  115 kasus penyalahunaan  Narkoba yang ditanggani Polrestro Tangerang Kota. Hal ini dikatakannya sudah sangat  memperihatinkan. " Kedepan  Gannas harus tampil ditengah masyarakat. Menuntaskan dan mengentaskan peredaran narkoba" paparnya.

Ketua DPP Gannas, I Nyoman Adi Peri, SH menuturkan awalmula terbentuknya Gannas berdasarkan keperihatinan tehadap maraknya penyalahgunaan narkoba yang merusak generasi muda. Terlebih dirinya memiliki dua orang putra yang masih duduk di bangku sekolah SMP dan SMA. Gannas juga lahir berdasarkan  amanat undang-undang nomor  35 tahun 2009, Bab 13 tentang peran serta masyarakat.

"Gannas lahir tahun 2007, kami buat hanya semata-mata karena rasa prihatin. Saya punya anak dua laki-laki. Merasa takut karena maraknya penyalahgunaan narkoba. Awalnya  Mendirikan Gannas hanya semata-mata untuk saya dan keluarga saya, tapi seiring waktu organisasi terus berkembang karena dirasa sangat dibutuhkan masyarakat," katanya.

I Nyoman mengatakan yang membedakan Gannas dengan organisasi sejenisnya adalah soal sistem yang lebih mengedepankan pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui rehabilitasi.

"Kami tidak setuju pencandu dihukum. Karena sejatinya tujuan pembinaan adalah untuk membuat efek jera. Tapi mengapa masih ada saja pengedar dan pemakai yang ditahan dilapas. Bahkan overkapasitas.
Kami ingin membuat sistem yang koperhensif. Persolan narkoba harus dibenahi hulu dan hilir. Maka sistem hukumnya yang harus dibenahi," pungkasnya. Sedangkan dalam pengukuhan tersebut, Agus Lasmita Karya terpilih  sebagai Ketua Gannas DPD Kota Tangerang dan Radianto terpilih sebagai Ketua  Gannas DPD Bandara Soekarno Hatta.  (Dede Richal/Usdo)

 sumber: http://www.citranewsindonesia.com/2016/05/gannas-dapat-bergabung-dan-bersinergi.html

Sunday, October 5, 2014

Menuju Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015

Posted by @Cahangon75 on 5:43 PM


Sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 12 tahun 2011 tentang pelaksanaan kebijakan dan stategi nasional di bidang P4GN.   BNN selaku focal point dalam melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), terus bahu membahu dalam mengemban amanat berat ini. 

Dalam Intruksi tersebut, Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat, lembaga masyarakat, organisasi masyarakat untuk bersatu padu saling bahu-membahu memberantas dan mencegah peredaran gelap narkoba di Indonesia. Dengan satu tujuan, tahun 2015 Indonesia bebas narkoba.

Dalam menggalakkan Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015 ada tiga strategi atau langkah jitu yang akan menjadi landasan kerja oleh BNN. Tiga strategi jitu tersebut adalah sebagai berikut :


Tiga strategi jitu
Strategi pertama - Melakukan Imunitas Masyarakat di sini masyarakat yang belum tahu kita harapkan dapat mengenal apa itu narkoba, di sinilah dibutuhkan kader-kader di lingkungan pelajar, pekerja dan di lingkungan rumah tangga. Kita berharap komunikasi, edukasi dan informasi dilakukan terus menerus pada seluruh lapiran masyarakat, agar mereka bisa mengerti dan paham tentang adanya kesadaran untuk menolak, mencegah dan menangkal peredaran narkoba di lingkungan mereka, khususnya di keluarga masing-masing agar dapat mempertahankan dirinya atau bersifat imun.


Stategi kedua - adalah Pelayanan Rehabilitasi atau mengurangi jumlah pecandu dengan meningkatkan pemulihan dan merehab sebanyak mungkin jumlah pecandu atau penyalahguna narkoba di Indonesia. Dengan merehabilitasi pecandu kita bisa sebanyak mungkin mengurangi jumlah pecandu. Selama ini, dari 3,8 juta jiwa pecandu narkoba yang melaksanakan rehabilitasi baru ada sekitar 18 ribu orang ( 0,4 persen ) sangat kecil sekali. Oleh karena itu, Pemerintah mengeluarkan PP Nomor 25 tahun 2011 tentang wajib lapor bagi pecandu atau penyalaguna narkoba.

Srategi ketiga - adalah Memberantas Jaringan Sindikat Narkoba. Dalam pemberantasan sindikat narkoba ini BNN bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia, Bea Cukai, Imigrasi, Angkasa Pura, Badan Pom, Kementarian Sosial, Kementerian Perhubungan dan lain sebagainya. Disamping itu juga bekerjasama dengan aparat penegak hukum di tingkat Internasional atau Badan Narkotika Dunia ( Badan Narkotika di Mancanegara ) seperti di tingkat Asean dan Cina dan AIDEC , dengan mengikuti berbagai macam kegiatan bersama ini dapat menerima berbagai macam informasi akan terjadinya penyalahgunaan atau penyelundupan natkoba yang akan ke Indonesia. Dan juga bisa mengetahui berbagai macam modus operandi yang sudah terjadi di masing-masing Negara.

 Sangsi

Dalam perjalanannya, banyak yang bertanya slogan “Menuju Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015,” apakah bisa terwujud?. Hal ini dipicu dengan semakin meningkatnya lalu lintas narkoba di Indonesia baik itu dari distribusi, peredaran, maupun sampai dengan pengguna narkoba itu sendiri. Dari tahun ke tahun jumlah orang yang terlibat dalam mengedarkan obat-obatan terlarang tersebut semakin bertambah begitu juga dengan pengguna.

Konon kondisi ini dialami di seluruh wilayah di Indonesia. Tidak pandang bulu, baik wilayah yang ada di perkotaan bahkan sampai di pelosok desa pun sudah terjamah narkoba. Yang lebih parah lagi, para pengedar dan penggunanya sudah dilakukan oleh para siswa sekolah.

Tapi, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar mengatakan pihaknya bakal memaksimalkan program ‘Indonesia Bebas Narkoba 2015′ dengan beberapa pendekatan ke masyarakat yaitu siswa Sekolah Dasar, ibu hamil, hingga anak jalanan yang termarginalkan menjadi prioritas sasaran.

“Kita yang pasti generasi anak muda. Akan dilakukan pencegahan berbasis ilmu pengetahuan dimulai dari anak-anak SD,” ujar Anang di sela-sela acara ‘Sosialisasi Penanganan Pecandu Dan Korban Penyalahguna Narkotika dan Penegakan Hukum TPPU Untuk Tindak Pidana Narkotika’ di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan alasannya siswa SD agar terbentuk pemahaman sejak dini terhadap bahaya narkoba. Menurutnya, kalau diperkenalkan sejak SMP atau SMA, bisa terlambat karena banyak pengguna narkoba mengkonsumsi sejak tamat SD.

“Dari SD enggak mungkin. Tapi, nyatanya bisa kena. Nah, apalagi kalau di SMP atau SMA. Secara empiris SMP, SMA itu sudah mengkonsumsi. SMA lebih berat,” sebut perwira tinggi bintang tiga tersebut.

Yakin

Mantan Kepala Divisi Humas Polri ini yakin program ‘Indonesia Bebas Narkoba 2015′ bisa diterapkan karena dukungan pemerintah yang saat ini menggalakan peraturan bersama terkait penanganan pengguna narkoba dengan cara rehabilitasi. Menurutnya, secara perlahan peraturan ini diyakini bisa diterapkan oleh lembaga instansi pemerintah terkait tanpa ada perbedaan pandangan. Soal keterbatasan anggaran serta ketersediaan fasilitas panti rehabilitasi tidak menjadi persolan serius karena dalam prosesnya bisa ditangani.

“Ini kan landasan teorinya demand (permintaan) di tekan, terus supply (persediaan) juga ditekan. Penegak hukum sudah paham. Lha, kita kan punya 2.000 rumah sakit dan 11 ribu puskesman yang nantinya bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Kita patut hargai, bahwa untuk memerangi peredaran narkoba itu, BNN telah bekerja sama dengan berbagai pihak meliputi institusi pendidikan, pemerintah, swasta dan komunitas dalam mensosialisasikan berbagai program. BNN juga telah mengubah paradigma yakni tak sebatas pemberatasan (memutas mata rantai peredaran narkoba), tetapi harus mensosialisasikan mengenai dua program lainnya yakni perehabilitasian dan pencegahan.


Memang tak ada jaminan bahwa slogan itu benar akan terlaksana atau tidak. Namun, slogan “Indonesia Bebas Narkoba 2015″  bisa menjadi motivasi Badan Narkotika Nasional dalam memberantas penyalahgunaan narkotika, meskipun menyadari tidak mungkin meniadakan hingga nol persen.

Monday, May 12, 2014

Gannas akan menjemput Dewi Persik (Depe) di penjara Rutan Pondok Bambu

Posted by @Cahangon75 on 7:05 PM


GANNAS- Dewi Persik (Depe) telah divonis 3 bulan penjara oleh MA dalam kasus perkelahian dengan Jupe dalam pembuatan film "Arwah Goyang Karawang".

Dewi persik adalah Duta Anti Narkoba Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) akan bebas dari penjara hari ini Selasa 13 Mei 2014. "Kemungkinan jam 12 siang sudah keluar" kata ketua Gannas Tangsel Bambang Soetyono.

" Siang ini Ketua DPP Gannas,  Nyoman Adi Feri SH, dan Sekjen DPP Gannas Rully Wahyudi dan DPD Gannas Kota Tangerang Selatan akan melakukan penjemputan Depe di penjara Rutan Pondok Bambu  sebagai rasa solidaritas dan rasa sayang kami kepada Depe sebagai sesama anggota Gannas" demikian disampaikan Bambang Soetyono Ketua DPD Gannas Kota Tangsel.

Bambang menambahkan, "Diharapkan Depe dapat aktif kembali dalam kegiatan sosial, bernyanyi dan dalam kegiatan nya sosialisasi dan kampanye anti narkoba kepada masyarakat"

Tuesday, January 28, 2014

Pemkot Tangsel: Pemuda Sebagai Garda Terdepan Bangsa Harus Bersih Dari Narkoba

Posted by @Cahangon75 on 5:52 AM

Cipayung-Bogor (Jurnalpos.com) Pemerintahan yang baru berjalan 3 tahun tidak menghalangi Kota Tangsel untuk membangun sumberdaya masyarakatnya yang bersih dan bisa bebas dari jerat narkoba, hal ini di wujudkan dengan beberapa program pengentasan persoalan narkoba yang marak di masyarakat, baik peredaran gelap maupun penyalahgunaan narkoba.

Sebelumnya Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah melakukan tes urine 500 pada pelajar sekolah di serpong utara yang berada di wilayah tangsel, dengan hasil yang cukup bagus dengan hasil negatif  atau bersih dari narkoba. seperti yang di utarakan Kabag Kesbangpol linmas kota tangsel Drs Dedi Setiawan di saat pembukaan acara ” Penyuluhan Pencegahan Peredaran / Pengggaunaan Narkotika Bagi Pelajar, Mahasiswa dan Ormas LSM” yang di adakan di Puri Ayuda Resort, puncak Bogor(22/03/12).

” Korban narkoba tidak memandang usia dan profesi, tak terkecuali PNS, polisi bahkan pejabat”  lanjut Dedi. Menurut dia pemerintah memandang Narkoba sebagai bahaya laten yang bisa membahayakan masa depan bangsa ini, dan yang sangat harus diperhatikan menurut Dedi adalah pergaulan ” jangan salah begaul, karena masuknya narkoba dari pergaulan” kata dia.

Kegiatan penyuluhan ini di prakarsai oleh Kesbangpol linmas Pemerintah kota Tangerang Selatan yang  di ikuti sekitar 100 orang pelajar, mahasiswa dan utusan dari ormas lsm yang berada di Kota Tangsel. Dalam kegiatan tersebut di hadirkan 3 narasumber yang di undang khusus untuk memberikan pemaparan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika salah satunya hadir juga sebagai narasumber Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba- GANNAS  I Nyoman Adi Feri, SH selaku wakil dari ormas anti narkoba.

Dalam kesempatan itu Nyoman memberikan pejelasan tentang banyak hal mengenai dampak-dampak penyalahgunaan narkoba baik dari segi sosial maupun segi hukum, disini dijelaskan juga bagaimana awalnya seseorang bisa masuk kelingkungan penguna narkoba serta bagaimana sesorang bisa masuk sebagai jaringan pengedar narkoba.

” Pengunaan narkoba seperti medan magnet, saling mempengaruhi, karena teman dekat atau sahabatlah yang bisa menjerumuskan seseorang untuk menggunakan narkoba” katanya. Untuk itu dia mengajak peserta untuk segera menjauhkan diri dari teman atau sahabat yang menggunakan narkoba.

Disaat yang sama jurnalpos.com mewawancarai salah satu panitia penyuluhan mengatakan ” kami dari Kesbangpol linmas kota tangel akan selalu terbuka untuk mengajak kerjasama pihak-pihak lain khususnya masyarakat untuk bisa bersinergi memberikan masukan dan ide-ide untuk bisa melaksanakan program pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kota tangsel, dan menyambut gembira dengan hadirnya ormas anti narkoba GANNAS di kota tangsel ” sepeti yang dikatakan oleh T.H Mulyana.

Gannas Minta Pemerintah Libatkan Ormas, Waspadai! Pelajar Sekolah Jadi Incaran Jaringan Narkoba Internasional

Posted by @Cahangon75 on 5:45 AM

LENSAINDONESIA.COM: Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) prihatin mengamati maraknya sekolah-sekolah mewah di kota-kota besar menjadi target operasi pasar jaringan bandar Narkoba yang bersumber dari sindikat internasional.

“Semua itu, penyebabnya karena kurangnya sosialisasi atau pengetahuan pelajar terhadap segala resiko bahaya penyalagunaan Narkoba,” tegas Sekjen Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) Rully Wahyudi kepada LICOM, Jumat (5/10/12).

Menurut Rully, sekolah-sekolah mewah menjadi target market bandar Narkoba, karena para pelajarnya punya uang untuk membeli Narkoba,” kata Rully.

Selain itu, Gannas mencermati, lanjut Rully, lemahnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan sehari-sehari, membuat Narkoba lebih mudah aksesnya untuk masuk ke lingkungan pelajar di sekolah-sekolah mewah,” ungkapnya.

“Hal ini bisa tercegah kalau mereka dapat perhatian lebih dari pihak orang tua dan juga sekolah,” papar Rully.

Untuk mengatasi hal ini, Gannas akan mengoptimalkan program penyuluhan ke sekolah-sekolah. Dan, program itu sudah berjalan.

Tapi, sayangnya,kata Rully, “Tidak semua sekolah mau diajak kerjasama untuk melakukan penyuluhan. Dan, yang paling harus diperhatikan adalah lingkungan tempat tinggal,” keluhnya, prhatin.

Gannas mengharapkan orang tua dan sekolah peduli dan senantiasa memberikan perhatian ekstra untuk menyampaikan pemahaman tentang bahaya Narkoba kepada siswa.

“Sehinga bisa dilakukan pencegahan dini. Orang tua juga harus paham ciri-ciri atau perubahan anak mereka kalau terkena narkoba,”jelasnya.

Gannas juga mengimbau pemerintah setempat untuk memberdayakan RT dan RW di lingkungan masyarakat untuk jadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan peredaran bahaya narkoba.

“Ya, seharusnya pemerintah memberikan pelatihan dan insentif dana untuk RT dan RW,”tuturnya.

Rully menilai dalam upaya pencegahan bahaya Narkoba, masyarakat tidak bisa mengandalkan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan kepolisian. “Karena kemampuan dua instansi itu terbatas
,”ucapnya.
Lebih lanjut , ia mendesak agar pemerintah seperti BNN dan Polisi harus juga bekerjasama dengan ormas-ormas pencegahan Narkoba,” tegasnya.@agus

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site