Indonesia Community Learning Center

  • MENUJU INDONESIA BEBAS NARKOBA 2015

    Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat, lembaga masyarakat, organisasi masyarakat untuk bersatu padu saling bahu-membahu memberantas dan mencegah peredaran gelap narkoba di Indonesia. Dengan satu tujuan, tahun 2015 Indonesia bebas narkoba. [...]

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

  • Alamat Sekretariat DPD GANNAS TANGSEL :

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

  • MANOHARA Jadi Duta Anti Narkoba

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com [...]

Showing posts with label Jenis Narkoba. Show all posts
Showing posts with label Jenis Narkoba. Show all posts

Tuesday, January 28, 2014

GHB (Gamma-hydroxybutyrate)

Posted by @Cahangon75 on 9:37 PM

GHB (Gamma-hydroxybutyrate)
GHB (G, fantasy, liquid E, grievous bodily harm (GBH))
Gamma-hydroxybutyrate atau GHB adalah obat yang lazim ditemukan di dalam acara dansa dan kadang-kadang disebut sebagai ekstasi cair karena sifatnya yang membangkitkan kegairahan, euphoria dan meningkatkan nafsu seksual. Namun secara kimiawi, obat ini tidak
ada hubungannya dengan MDMA sama sekali. Rasanya sedikit asin, obat ini tak berwarna dan tak berbau.

Cara kerjanya:
Asal mulanya obat ini dikembangkan sebagai anestesi umum, yang memberikan efek sebagai penenang. Pengguna mengalami berkurangnya
kemampuan untuk mengendalikan diri dan rasa kantuk pada umumnya. Penggunaan overdosis bisa menyebabkan hilangnya kesadaran, kejangkejang  otot dan muntah, sementara jika dicampur dengan alkohol akan menjadikan obat itu sangat berbahaya dan bisa menyebabkan berhentinya pernapasan, berhentinya jantung dan kematian.

Lebih buruk lagi, obat itu dapat menyebabkan kecanduan baik fisik maupun psikis pengucilan diri yang menyebabkan insomnia, kecemasan, kepekaan terhadap sinar dan suara keras, dan penumpulan respons mental.

Intinya:
Risiko utama bagi pengguna GHB adalah overdosis, yang menyebabkan kematian. Meskipun ada jaminan dari pengedar, Anda tidak
akan tahu kekuatan atau keenceran dari setiap kelompok produk yang diberikan, oleh karena itu memastikan secara tepat dosis yang ”aman” sangat sulit. Tidak seimbang dengan risiko yang harus diambil.

Jika dicampur dengan alkohol, GHB dapat meracuni tubuh dengan cepat – inilah sebabnya mengapa sering diimplikasikan dalam sebutan “drink-spiking” (menusuk dengan minuman).

Sumber: http://www.drugs.health.gov.au/

Speed

Posted by @Cahangon75 on 5:44 PM

Speed (whiz)
Speed (whiz, point, zip, go-ee, snow, gas, pure, eve, gogo)
Speed adalah amfetamin. Biasanya obat ini beredar dalam bentuk bubuk putih gading atau kuning, tetapi bisa juga berwarna merah muda atau bahkan cokelat – dari yang berbentuk halus sampai kasar – atau sebagai cairan kental dalam kapsul. Obat ini bisa ditelan, diisap, dihirup, disuntikkan atau dimasukkan lewat anus.

Cara kerjanya:
Sebagaimana semua amfetamin, speed memberikan rasa gembira yang tiba-tiba setelah dikonsumsi. Energi yang meningkat, nafsu makan yang berkurang dan kewaspadaan merupakan hal yang normal – terutama karena obat ini bekerja dengan jalan mempercepat pesan antara otak dan tubuh. Akibatnya, pernapasan dan denyut jantung bertambah cepat, sebagaimana juga tekanan darah.

Jangka pendek:
Keringat yang berlebihan, suhu badan tinggi, pandangan kabur, sakit kepala, kertak gigi, rahang terkatup, mual, dan diare.

Jangka panjang:
Seperti ice, penggunaan jangka panjang menjadikan penggunanya cepat tua dan menyebabkan degradasi gigi, masalah jantung, turunnya berat badan, potensial menyebabkan stroke dan risiko tinggi kecanduan. Di samping menderita merosotnya kontrol emosi dan perilaku berkhayal atau tak terkendali, pengguna yang kecanduan bisa menjadi beringas dan kejam, dan obat ini disalahkan karena menghancurkan banyak keluarga dan persahabatan.

Intinya:
Speed adalah obat yang benar-benar “kotor”, yang dibuat atau dicampur dengan sejumlah obat yang lain dan bahkan deterjen untuk meningkatkan keuntungan. Menggunakannya selama jangka waktu yang lama akan menyebabkan Anda kelihatan kurus kering, mempunyai kulit yang jelek, gigi yang rusak dan mungkin menjadi irasional, agresif bahkan beringas. “Sakit jiwa akibat speed” lazim terjadi pada penggunaan amfetamin yang overdosis dan nyaris mirip dengan schizophrenia paranoid.


Sumber: http://www.drugs.health.gov.au

KOKAIN (Cocaine)

Posted by @Cahangon75 on 5:31 PM

KOKAIN (coke, snow, Charlie, crack cocaine: crack, rock, base,sugar block, freebase)

KOKAIN (coke)
Kokain adalah stimulan yang beredar dalam bentuk bubuk. Biasanya dihirup, tapi juga bisa disuntikkan, ditelan atau digosok ke gusi.

Cara kerjanya:
Tergantung pada kualitas dan kemurniannya, semua tiga jenis kokain memberikan rasa gembira yang tiba-tiba dan hanya sebentar yang disebabkan oleh terlepasnya zat kimia syaraf yang disebut dopamin. Di samping rasa bergairah, pengguna merasa punya harga diri yang besar dan banyak bicara.

Jangka pendek:
Denyut jantung yang meningkat, agitasi, paranoia dan halusinasi, kejang otot dan muntah. Pesta kokain selama beberapa jam atau hari akan menyebabkan “crash” (yaitu depresi dan kelesuan).

Jangka panjang:
Sakit jiwa akibat kokain – yang ditandai dengan perilaku beringas, agresif dan khayalan paranoid – juga gangguan tidur, disfungsi seks, stroke, kejang-kejang otot dan gagal ginjal. Di samping itu, menghirup obat tersebut merusak membran hidung, yang pada akhirnya bisa menyebabkan rusaknya sekat hidung. Menyuntikkannya bisa menyebabkan rusaknya jaringan.

Intinya:

Apapun yang dikatakan sumber Anda, kemurnian kokain di Australia sangat rendah dibandingkan dengan beberapa negara lain, oleh karena itu pasokan lokal seringkali “dijegal” oleh narkoba lain seperti speed, ice dan bubuk ekstasi.

"Kombinasi kokain dan alkohol menghasilkan bahan kimia yang disebut kokaetilene, yang lebih beracun terhadap sistem tubuh daripada jika orang mengkonsumsi obat tersebut secara terpisah."

Sumber : http://www.drugs.health.gov.au/

Marijuana (Cannabis)

Posted by @Cahangon75 on 5:14 PM

Marijuana (Cannabis)
Marijuana (Cannabis, pot, grass, weed, dope, reefer, joint, spliff, ya(r)ndi,rope, mull, cone, skunk, bhang, ganja, hash, chronic). 

Tanaman kanabis menghasilkan tiga macam produk. Marijuana adalah daun dan pucuk bunga tanaman betina dan mengandung bahan psikoaktif delta-9 tetrahidrocanabinol (THC). Tanaman kanabis juga memproduksi hash yang beredar dalam bentuk blok berwarna (mulai dari kuning sampai hitam) dan minyak hash. Salah satu cara yang paling lazim dalam mengkonsumsi obat ini adalah dengan merokok daun dan kuncup bunga keringnya dengan menggunakan ruas atau bong.

Cara kerjanya:
THC diserap merlalui paru-paru (atau perut) ke dalam aliran darah dan dibawa ke otak, tempat zat itu membanjiri reseptor dengan bahan kimia yang membangkitkan rasa senang di otak. Pada umumnya, mengisap kanabis memberikan efek santai pada si pengguna. Kanabis juga meningkatkan nafsu makan, dalam bahasa seharihari dikenal dengan sebutan menjadi “kelaparan”. Jangka pendek:
Kesulitan dalam konsentrasi, gangguan koordinasi, mata merah dan kering di mulut.

Jangka panjang:
Penyakit pernapasan, kanker yang berkaitan dengan merokok dan jumlah sperma yang rendah dan bahkan nafsu seks yang berkurang. Ketergantungan psikologis pada obat tersebut menyebabkan kenaikan tingkat iritasi, hilangnya ingatan, ketidak-seimbangan emosional, kurangnya motivasi, paranoia dan serangan kecemasan, dan juga ada tautannya dengan sakit jiwa dan schizophrenia pada pengisap berat. Ada juga implikasi sosial – seperti masalah dalam berhubungan dengan keluarga dan teman-teman. Pengangguran juga bertaut langsung dengan penyalah-gunaan marijuana.

Intinya:

Sebagaimana segala macam bentuk pengisapan zat yang intinya adalah karbon yang dibakar, merokok marijuana pada dasarnya buruk bagi Anda. Dan karena banyak ganja yang dijual dewasa ini ditanam secara hidrofonik, secara anekdot dapat dikatakan ada bukti konsentrasi tinggi bahan kimia beracun yang masih terdapat pada tanaman ketika diisap. 
"Riset menunjukkan orang yang mengkonsumsi sejumlah besar kanabis mendapatkan kesulitan di tempat tidur, banyak yang tidak bisa mencapai kepuasan*"
*) Anthony Smith – La Trobe University Study.

Dampak fisik:
Pengguna kanabis jangka panjang bisa menderita asma, bronkitis, kanker mulut, tenggorokan dan paru-paru, sulit berkonsentrasi, ingatan rusak, susah belajar dan berpotensi mengalami gangguan mental.

Efek Sosial:
Pengisap marijuana jangka panjang juga sangat mungkin tidak bisa menyelesaikan sekolah, TAFE atau perguruan tinggi, dan pengangguran telah dikaitkan langsung dengan penyalah-gunaan marijuana. Pengguna jangka panjang juga bisa mengalami masalah dalam berhubungan dengan keluarga dan teman-teman.

Ganja dan Mengemudi:
Riset belakangan ini yang diterbitkan oleh National Cannabis Prevention and Information Centre (Pusat Informasi dan Pencegahan
Kanabis National) menunjukkan bahwa mengemudi pada saat sedang mabuk ganja bisa meningkatkan kemungkinan mengalami
kecelakan sebesar 300 persen.

Marijuana dan hukum:
Melamun tentang liburan tropis di Phuket? Hati-hati: kecanduan akan marijuana atau segala macam narkoba terlarang lainnya bisa membuat rencana liburan Anda kandas tanpa batas.” Jika Anda kecanduan kanabis, Anda akan terhalang untuk bepergian ke banyak Negara,” kata Dennis Young, Direktur Eksekutif DRUG ARM di Brisbane. “Hal itu juga bisa berdampak pada pilihan studi dan pekerjaan Anda di masa depan. Banyak orang tidak tahu atau berpikir tentang konsekuensi hukum ini.”

Sumber :http://www.drugs.health.gov.au

ICE (methamfetamin hidrokhlorida kristal)

Posted by @Cahangon75 on 4:58 PM

ICE (methamfetamin hidrokhlorida kristal)
ICE  (Es, meth, crystal meth, d-meth, shabu, tina, glass) adalah nama jalanan untuk methamfetamin hidrokhlorida kristal, yang sekarang ini merupakan 90 persen dari semua methamfetamin yang disita oleh polisi di Australia sejak pertengahan tahun 90-an. Pada umumnya berupa bubuk kristal atau “kerikil” tanpa warna, ice bisa diisap, dihirup atau disuntikkan.

Cara kerjanya:
Perasaan “senang yang berlebihan” atau “gembira yang tiba-tiba” yang dialami dari konsumsi ice dapat berlangsung sampai 12 jam, tergantung pada berapa kali ice dikonsumsi. Penggunanya mengalami perasaan gembira dan bergairah. Obat tersebut bekerja dengan membanjiri reseptor otak dengan monoamin. Dengan penggunaan yang berulang-ulang, reseptor ini akan mati, sehingga si pengguna tidak bisa merasa senang sama sekali tanpa lebih banyak ice. Karena itu, ice ini sangat membuat kecanduan, baik secara fisik
maupun psikis.

Jangka pendek:
Denyut jantung dan pernapasan yang meningkat, hipertensi, masalah peredaran darah dan jantung. Ice ini juga meningkatkan nafsu birahi, sehingga pengguna lebih mudah terlibat dalam perilaku seks yang berisiko yang menyebabkan semakin tingginya risiko terinfeksi penyakit seksual (STI).

Jangka panjang:

Dengan berjalannya waktu, ice secara harafiah menjadikan orang cepat tua. Menyuntikkannya akan menyebabkan goresan, abses, kerusakan pembuluh darah dan meningkatnya risiko penyakit melalui darah. Pengguna berat menderita kerusakan gigi, kulit pucat, malnutrisi, berkurangnya fungsi paru-paru dan rasa sakit pada umumnya, nyeri dan kejang. Selain risiko stroke, obat ini juga sudah dibuktikan mempengaruhi kesehatan mental dan fungsi kognitif – pecandu ice menderita paranoia, halusinasi, hilangnya ingatan, kurang tidur dan sakit jiwa.

Intinya:
Ice adalah salah satu obat yang paling buruk yang ada di luar sana. Dalam kaitannya dengan dampak sosial, akses terhadap obat ini menjadi prioritas yang umum dan utama bagi para pecandu ice, dan seringkali mereka menjadi agresif dan beringas,mengasingkan keluarga dan teman-teman mereka.

Gas beracun yang dihasilkan selama produksi methanol adalah hidrogen klorida, asam hidroklorik, amonia dan fosfin – semuanya sangat beracun bagi manusia.

Sumber :http://www.drugs.health.gov.au/

EKSTASI (Methylenedioxymethamphetamine)

Posted by @Cahangon75 on 7:47 AM

Ekstasi- Methylenedioxymethamphetamine (MDMA).
Ekstasi  ((E, Ex, E n C, eccy, MDMA, XTC, telur, pinger, biscuit, disko, pil) adalah nama umum jalanan untuk Methylenedioxymethamphetamine (MDMA). Ekstasi, yang pada dasarnya adalah stimulan yang memiliki efek halusinogenik, beredar dalam bentuk pil yang berwarna-warni yang dibedakan oleh ”cap”. Biasanya ditelan, tetapi E juga bisa dihancurkan atau dihirup.

Cara kerjanya: 
 Stimulan dalam ekstasi memacu sistem syaraf pusat, sementara halusinogen pada obat tersebut pada saat yang bersamaan bereaksi terhadap persepsi. MDMA mengurangi kemampuan untuk mengendalikan diri dan menyebabkan penggunanya lebih waspada, dibangkitkan afeksinya dan lebih energetik. Ekstasi mulai “menunjukkan reaksinya” dalam waktu 20 menit setelah dikonsumsi, yang menghasilkan rasa gembira yang tiba-tiba dan mencapai puncaknya setelah kurang lebih satu jam. Akibat ini bisa berlangsung sampai delapan jam, diikuti oleh penurunan yang bisa disertai dengan rasa lelah dan iritasi. Akibat ini bisa diperparah jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain,termasuk alkohol.

Jangka pendek: 
 Ekstasi meningkatkan tekanan darah dan denyut nadi, serta menaikkan suhu badan. Pengguna kehilangan nafsu makan dan berkeringat banyak,bahkan mungkin muntah. Beberapa orang bisa kegerahan, sementara efek samping seperti rahang yang terkatup tanpa sadar, kertak gigi dan pupil mata yang melebar merupakan hal yang biasa, seperti halnya kecemasan dan insomnia selama proses penurunan. Mengkonsumsi pil dalam lingkungan yang panas dan lembab (seperti pesta yang hingar bingar atau arena dansa yang liar) bisa menyebabkan dehidrasi, dan meskipun jarang, gagal jantung dan kematian. Ada juga kasus-kasus orang menderita over-hidrasi dan keracunan air yang menyebabkan bengkak pada otak.

"Akibat dan kadar toksin untuk masing-masing pil tidak bisa diperkirakan, overdosis merupakan kemungkinan yang nyata."
Jangka panjang: Meskipun pada tahap ini belum bisa disimpulkan,semakin banyak bukti yang menyatakan bahwa penggunaan ekstasi yang berulang-ulang menyebabkan neurotoksin pada otak. Para pengguna berat melaporkan adanya gejala-gejala depresi (seperti kelesuan dan suasana hati yang berubah-ubah), kemampuan berkonsentrasi yang menurun dan rusaknya ingatan. Ini disebabkan oleh serotonin di dalam otak berkurang akibat penggunaan ekstasi. Penelitian pada binatang menunjukkan bahwa penipisan serotonin ini bisa berlangsung lama (sampai tiga tahun) dan bahkan bisa menjadi permanen. Intinya: Sebagaimana narkoba terlarang lainnya, yang diproduksi di laboratorium halaman belakang yang sederhana, tidak ada jaminan dalam hal kontrol kualitasnya. Meskipun kandungan aktif dalam ekstasi seharusnya adalah MDMA, kebanyakan pil tidak benar-benar mengandung unsur tersebut. Mengapa? Karena sulit untuk bisa mendapatkan bahan kimia dasar yang dibutuhkan untuk memproduksinya dan jelas sangat rumit untuk melakukan sintesis secara kimiawi. 

Kebanyakan para pembuat pil menggunakan peralatan sederhana dan tidak segan-segan memangkas biaya jika mungkin. Hendaknya diingat, apapun yang dipikirkan atau dikatakan oleh pengedar atau teman yang menjual pil, sangat diragukan apakah ia benar-benar mengetahui asal-usul barang tersebut, apalagi mempunyai kualifikasi untuk menjamin kualitasnya. Biasanya, mereka hanyalah mengulang apa yang dikatakan kepada mereka dari siapapun yang memberikan pil itu kepada mereka. Semuanya ini berarti, bukanlah MDMA yang Anda beli, melainkan hanyalah campuran methampthetamin dan halusinogen sintetis yang lain, termasuk Paramethoxyamfetamin (PMA), yang Anda dapatkan. Kandungan murah lainnya yang digunakan untuk mengisi pil ekstasi bisa mencakup kafein, ketamin (obat bius kuda), parasetamol dan ibuprofen.
"Asupan air harus diatur secara aktif jika mengkonsumsi ekstasi – minum terlalu banyak sama bahayanya dengan minum terlalu sedikit."
  • PMA – adalah obat dari jenis amfetamin yang memiliki ciri sebagai stimulan dan halusinogen danseringkali dijual sebagai atau terdapat di dalam ekstasi. Karena bekerja lambat, namun lebih kuat daripada MDMA, orang sering mengira bahwa pil mereka “ngadat” dan lalu mengkonsumsi pil kedua, sehingga mereka mengalami overdosis (OD). Telah banyak korban terekam oleh karenanya.
  • Minyak yang disebut safrole, yang diekstrak dari akar, kulit pohon dan buah tumbuhan sassafrasdigunakan untuk membuat MDMA. Penggunaan sassafras pada manusia telah diketahui sebagai penyebab kerusakan hati permanen dan kanker.  Dari tahun 2000-2004, National Coronial Information System (Sistem Informasi Pemeriksaan Kematian Nasional) mencatat 112 kematian yang berhubungan dengan ekstasi, 46 persen di antaranya dengan obat tersebut sebagai penyebab utama kematian. 
  • Sindrom serotonin bisa terjadi sebagai akibat dari penggunaan ekstasi baik sebagai obat anti depresi maupun akibat dari overdosis. Gejala-gejalanya meliputi agitasi, sakit kepala, kebingunan, gangguan detak jantung, kedutan pada otot dan, dalam kasus-kasus ekstrim, koma dan kematian


 sumber : http://www.drugs.health.gov.au/

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site